Robert Boyle

Robert Boyle [1627-1691]

            Robert Boyle lahir pada tanggal 25 Januari 1627 di propinsi Munser, Irlandia. Kedua orang tuanya termasuk orang terkenal di daerahnya. Ayahnya keturunan Inggris, sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa Boyle adalah fisikawan Inggris, tetapi tidak sedikit orang yang menganggap Boyle adalah fisikawan Irlandia, lahir di Irlandia. Ia anak nomor 7 dari 15 bersaudara, ia termasuk anak yang sangat cerdas dan rajin belajar, termasuk belajar bahasa Latin dan Perancis.

Pada umur 8 tahun Boyle masuk SD Eton yang terkenal dan sebagian  besar terdiri dari anak-anak orang kaya. Karena Boyle terlalu pandai jika dibandingkan dengan teman-temannya, maka ia bosan di sekolah tersebut. Dengan memikiran ia keluar dan belajar di rumah dengan bimbingan seorang guru. Boyle banyak membaca buku-buku dari ahli matematika Descartes dan fisikawan terkenal Galileo. Tulisan dan eksperimen-eksperimen Galileo tentang bintang-bintang, dapat membakar semangat Boyle, sehingga seluruh hidupnya dicurahkan untuk perkembangan ilmu dan agama.

Pada tahun 1644 ayah Boyle Baca lebih lanjut

By Muhamad Irkham Luthfi Ansori

Nicolas Leonard Sa’di Carnot

Nicolas Leonard Sadi Carnot

Nicolas Leonard Sadi Carnot

Nicolas Leonard Sa’di Carnot

Nicolas Leonard Sadi Carnot lahir di Paris Perancis pada tanggal 1 Juni tahun 1976. Ia adalah seoran fisikawan perancis. Ayahnya adalah Lazare Carnot. Seorang ilmuwan, perwira dan politikus. Nicolas Leonard Sadi Carnot dinamai seorang penyair asal Persia Sa’di. Dibawah bimbingan sang ayah, Sadi Carnot mulai menunjukan bakat besarnya ia dikirim ke Lycee Charlemagne di Paris guna mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk Ecole Polytechnique, yang juga terletak di Paris. Umur 16 tahun usia yang minimum masuk Ecole, Carnot mulai belajar di Ecole. Nama – nama terkenal seperti poisson, Ampere dan Arago adalah beberapa gurunya. Disini Carnot menjadi satu kelas dengan chasles yang akan menjadi teman akrab sepanjang hidupnya. Carnot lulus pada tahun 1814, tetapi sebelum lulus ia menggalang gerakan mahasiswa menentang kebijakan Napoleon. Setelah lulus, Carnot melanjutkan studi di Ecole du genie di Metz dan selama dua tahun mempelajari rekayasa militer.

Tahun 1815. Napoleon pulang dari tempat penahanannya dan membentuk pemerintahan yang lazim disebut dengan peraturan Baca lebih lanjut

By Muhamad Irkham Luthfi Ansori

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

DARI TEORI KE IMPLEMENTASI

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH [MBS]

 

Penenerapan MBS dan MPMBS di Indonesia sejalan dengan kebijakan desentralisasi manajemen pemerintahan. Ada banyak sebutan alternative dari praksis manajemen sekolah, seperti magnet schools, free choice schools, street academic, teacher generated schools, independent schools, dan masih banyak lagi. Menurut Umaesi (1999), konsep MPMBS ditulis dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mensosialisasikan konsep dasar manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah khususnya kepada masyarakat.
  2. Memperoleh masukan agar konsep manajemen ini dapat diimplementasikan dengan mudah dan sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia yang memiliki keragaman kultural, sosioekonomi masyarakat, dan kompleksitas geografis.
  3. Manambah wawasan pengetahuan masyarakat, terutama masyarakat sekolah dan individu yang peduli terhadap pendidikan, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan.
  4. Memotivasi masyarakat sekolah untuk terlibat dan berpikir mengenai peningkatan mutu pendidikan pada sekolah masing-masing.
  5. Menggalang kesadaran masyarakat sekolah untuk ikut serta secara aktif dan dinamis dalam menyukseskan peningkatan mutu pendidikan
  6. Memotivasi timbulnya pemikiran-pemikiran baru dalam menyukseskan pembangunan pendidikan dari individu dan  masyarakat yang peduli terhadap pendidikan, khususnya masyarakat sekolah yang berada di garis paling depan dalam proses pembangunan tersebut.
  7. Menggalang kesadaran bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat, dengan fokus peningkatan mutu yang berkelanjutan (terus-menerus) pada tataran sekolah.
  8. Mempertajam wawasan bahwa mutu pendidikan pada tiap sekolah harus dirumuskan dengan jelas dan dengan target mutu yang harus dicapai setiap tahun, lima tahun, dan serterusnya sehingga tercapai misi sekolah ke depan.

Merujuk dari hasil aplikasi, alasan yang paling kuat untuk memunculkan MBS berasal dari Monroe Country Schools District’s Philosophy, Florida sebagai berikut: Baca lebih lanjut

By Muhamad Irkham Luthfi Ansori

GRAVITASI

GRAVITASI

Pernahkah kalian berfikir, mengapa bulan tidak jatuh ke bumi atau meninggalkan bumi? Mengapa jika ada benda yang dilepaskan akan jatuh ke bawah dan mengapa satelit tidak jatuh? Lebih jauh kalian dapat berfikir tentang gerak pada Tata Surya kita, planet-planet dapat bergerak dengan teraturnya. Senada dengan pemikiran-pemikiran di atas, Newton pada saat melihat buah apel jatuh juga berfikir yang sama. Mengapa apel bisa jatuh ? Kemudian Newton dapat menjelaskan bahwa bulan juga mendapatkan pengaruh yang sama seperti buah apel itu. Hal-hal di atas itulah yang dapat kalian pelajari pada bab ini. Sehingga setelah belajar bab ini kalian diharapkan dapat:

  1. Menentukan pengaruh gaya gravitasi pada benda,
  2. Menentukan percepatan gravitasi di suatu titik karena pengaruh suatu benda bermassa,
  3. Menentukan energi yang dimiliki benda yang dipengaruhi gravitasi,

A.    Medan Gravitasi

1.      Hukum Newton tentang Gravitasi

Pernahkah kalian berfikir, mengapa mangga bisa jatuh dari pohonnya dan orang yang ada di atas bangunan bisa jatuh ke bawah? Ternyata fenomena ini sudah dijelaskan oleh Newton dalam hukumnya tentang gravitasi. Menurut Newton jika ada dua benda bermassa didekatkan maka antara kedunya itu akan timbul gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antar massa. Besar gaya gravitasi ini sesuai dengan hukum Newton yang bunyinya sebagai berikut. “Semua benda di alam akan menarik benda lain dengan gaya yang besarnya sebanding dengan hasil kali Baca lebih lanjut

By Muhamad Irkham Luthfi Ansori

Tokoh-tokoh Hukum Islam di Indonesia

Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi (1860-1916 M)

Nama lengkapnya adalah Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi, lahir di Koto Gadang, IV Koto, Agam, Sumatera Barat, pada hari Senin 6 Dzulhijjah 1276 H (1860 M) dan wafat di Makkah hari Senin 8 Jumadil Awal 1334 H (1916 M). Awal berada di Makkah, ia berguru dengan beberapa ulama terkemuka di sana seperti Sayyid Bakri Syatha, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, dan Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makkiy. Banyak sekali murid Syeikh Khatib yang Baca lebih lanjut

By Muhamad Irkham Luthfi Ansori

KEMAJUAN DAN KEMUNDURAN SAINS DI DUNIA ISLAM

A.    KEMAJUAN SAINS DI DUNIA ISLAM

Munculnnya dan berkembangan sains di dunia islam tidak dapat di pisahkan dari sejarah ekspansi islam itu terdiri. Dalam tempo lebih kurang 25 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, kaum muslimin telah berhasil menaklukkan seluruh jazirah arabia dari selatan hingga utara.

Kemunculan sains di dunia islam dan Eropa barat memang ada masa pemindahan, namun ada juga masa pengujuran, pencernaan, dan penyerapan, yang berarti penolakan. Pakar sejarah sains dari Universitas Harvad, Profesor Abdul hamid sabra menyebutkan ada tiga fase tahap islamisasi sains :

  1. fase peralihan atau vakuisasi, dimana sains yunani memasuki wilayah peradaban islam bukan  sebagai penjajah, melainkan sebagai tamu yang di undang.
  2. Fase penerimaan atau adopsi, di mana tuan rumah mulai mengambil dan menikmati oleh-oleh yang dibawa ang tamu.
  3. Fase asimilasi dan naturalisasi, pada tahap ini tuan rumah bukan sekedar menerima dan menikmati, tetapi juga mampu meramu dan memasak, menciptakan menu baru.

Ada tiga factor yang mendorong kemajuan sains di dunia islam antara lain:

  1. kemurnian dan keteguhan dalam mengimani, memahami, dan mengamalkan ajaran islam
  2. adanya motivasi agama sebagaimana kita ketahui, kitab suci Al-Qur’an berisi ajaran untuk menuntut ilmu, peintah membaca, eksplorasi, dan ekspedisi, dan berfikir ilmiah rasional
  3. faktor sosial politik. Berkembangnya kebudayaan ilmu dan tradisi ilmiah pada masa itu, terutama kondisi masyarakat islam meskipun terdiri dari bermacam-macam etnis, namun berhasil di ikut oleh akidah islam.

 

B. KEMUNDURAN SAINS DI DUNIA ISLAM

Toby E. Huff. Mengatakan faktor-faktor penyebab kemunduran dan kematian sains di dunia islam dapat di kelompokkan menjadi dua (internal) dan (eksternal).

Faktor internal seperti kelemahan metodologi, kurangnya matematisasi, langkanya imajinasi teoritis, dan jarangnya eksperimentasi, juga dianggap sebagai penyebab stagnasi sains di dunia Islam. Pendapat ini disanggah oleh Toby Huff. Menurutnya, mengapa di dunia Islam yang terjadi justru kejumudan dan bukan revolusi sains lebih disebabkan oleh masalah sosial budaya ketimbang oleh hal-hal tersebut diatas. Buktinya, Copernicus pun didapati menggunakan model dan instrumen yang didesain oleh at-Tusi. Tradisi saintifik Islam, tegas Huff, juga terbukti cukup kaya dengan pelbagai teknik eksperimen dalam bidang astronomi, optik maupun kedokteran. Oleh karena itu Huff lebih cenderung menyalahkan iklim sosial-kultural-politik saat itu yang dianggapnya gagal menumbuhkan semangat universalisme dan otonomi kelembagaan di satu sisi, dan membiarkan partikularisme serta elitisme tumbuh berkembang-biak. Di sisi lain, Huff menilai tidak terdapatnya skeptisisme yang terorganisir dan dedikasi murni turut mempengaruhi perkembangan sains di dunia Islam.

David C. lind berg menyebutkan ada tiga faktor atas kemunduran sains di dunia islam :
a. Oposisi kaum konservatif
b. Krisis ekonomi dan politik serta,
c. Keterasingan dab keterpinggiran

Profesor sabra mengatakan, kemunduran merupakan fase ke empat dari proses yang disebutkan sebagai “appropriasasi” itu. Aktifitas saintifik mengalami reduksi karena lebih di arahkan untuk memenuhi kebutuhan praktis. Sains menyempit wilayah dan peronanya menjadi sekedar pelayan agama.

By Muhamad Irkham Luthfi Ansori

PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK TAHU

Pengelolaan limbah dalam industri pembuatan tahu merupakan salah satu dari contoh teknik pengelolaan limbah secara Waste to Product yaitu menggunakan kembali limbah hasil pabrik tahu sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai tambah.

Limbah merupakan zat sisa atau bahan yang dihasilkan dari proses pembuatan produk dari suatu industri yang kurang memiliki nilai guna. Limbah biasanya dibuang begitu saja, tanpa dipikir lagi bahwa limbah tersebut mencemari lingkungan atau tidak bahkan sebagian besar dari mereka tidak berpikiran bahwa limbah tersebut berguna jika diolah lagi untuk dijadikan sebuah produk baru. Contoh limbah yang sering kita jumpai adalah limbah industri tahu.

Limbah industri tahu adalah Baca lebih lanjut

By Muhamad Irkham Luthfi Ansori